Label

Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tumbuhan berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 cm. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan di Jawa. Nama daerah untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina).
Sambiloto terkenal dengan rasa pahitnya. Hal ini dikarenakan adanya senyawa Andrografolid yang merupakan komponen bioaktif utama dari tanaman sambiloto.

Manfaat
Kandungan senyawa kalium dalam sambiloto memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. Tetapi yang paling mengagumkan adalah kandungan Andrografolid-nya yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian telah menunjukkan bahwa Andrographlide dapat mengikat spektrum target protein dengan modifikasi kovalen dalam sel kanker, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Andrographolides juga dapat menyebabkan apoptosis (penghancuran) sel kanker, disertai dengan merangsang produksi limfosit-T.
Selain itu andrografolid dapat mencegah peradangan, memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan (antipiretika), obat sakit perut, influenza, dan menetralisir bisa ular.
Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah. Selain itu, andrographolid menghambat disregulasi HIV-diinduksi dari siklus sel dan meningkatkan kadar limfosit CD4+ pada pasien HIV-1.

Efeksamping
Beberapa sumber menyebutkan bahwa sakit kepala, kelelahan, hipersensitivitas, nyeri pada kelenjar getah bening, diare, nyeri pinggang, dan mual atau muntah dapat muncul apabila kita mengonsumsi sambiloto. Namun berdasarkan pengalaman rekan penulis yang sering mengkonsumsi sambiloto, mereka belum pernah merasakan efeksamping seperti yang disebutkan, termasuk penulis sendiri.
Sumber lain menyebutkan bahwa wanita hamil sebaiknya tidak mengonsumsi sambiloto, karena dapat menggugurkan kehamilan.

Aplikasi
Seluruh bagian tanaman sambiloto (akar, batang, dan daun) dapat dimanfaatkan, baik segar maupun kering. Untuk mengobati luka, biasanya orang menumbuk daun sambiloto kering, dan menaburi luka atau korengnya dengan bubuk sambiloto. Untuk pengobatan penyakit dalam, kita dapat mengonsumsinya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya:
-        Dengan merebus tanaman sambiloto segar atau yang sudah kering (dijadikan teh). Namun, sambiloto yang dikeringkan rasanya lebih pahit dari yang segar.
-         Dengan menyeduh beberapa helai daun sambiloto. Cara ini dapat mengurangi tingkat kepahitan.
-        Sambiloto yang sudah dikeringkan dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam kapsul. Mungkin inilah cara paling efektif untuk tidak merasakan pahitnya sambiloto.


Sumber:

Rabu, 02 September 2015

Jambu Biji



Jambu biji (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu batu, jambu siki dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu batu memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis.

Kultivar
Beberapa macam/kultivar jambu biji yang dikenal di Indonesia ada dua yaitu jambu biji merah dan jambu biji putih. Namun, apabila dilihat dari biodiversitas, jambu biji banyak jenisnya.
·         Jambu Biji Kristal Taiwan
Jambu Biji Kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, ditemukan pada tahun 1991 di District Kao Shiung -Taiwan. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1991 oleh Misi Teknik Taiwan. Jambu Kristal sebetulnya tidak benar-benar nirbiji, jumlah bijinya kurang dari 3% bagian buah.
·         Jambu tanjung barat
Jambu tanjung barat memiliki dua varian: berdaging buah putih dan merah. Yang berdaging putih, dikenal sebagai jambu 'susu putih', lebih digemari karena rasanya manis, daging buahnya agak tebal, dan teksturnya lembut. Yang berdaging buah merah kurang disukai karena buahnya cepat membusuk dan rasanya kurang manis. Kulit buahnya tipis berwarna hijau kekuningan bila masak. Bentuk buahnya agak lonjong dengan bagian ujung membulat, sedangkan bagian pangkal meruncing. Jambu tanjung barat ini lebih dikenal sebagai jambu pasarminggu dan merupakan ras lokal.
·         Jambu biji getas merah
Jambu biji getas merah adalah varian jambu biji yang berdaging hijau sampai kekuningan dan berisi merah muda. Jambu ini beda dengan jambu pasar minggu, jambu ini bentuknya agak meonjong dan rasanya kurang manis, tetapi jambu ini memiliki hasiat yang baik karena mengandung Tanin, quersetin, glikosida quersetin, flavonoid, minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin yang lebih banyak. Kelebihannya lagi, jambu getas merah ini tidak mengenal musim, dan selalu berbuah setiap.
·         Jambu Australia
Jambu biji australia diintroduksi dari Australia. Kekhasannya adalah daunnya berwarna merah keunguan. Walaupun buahnya dapat dimakan, biasanya orang menanam di pekarangan lebih sebagai tanaman hias. Buahnya manis bila sudah masak, tetapi tawar bila belum matang.
·         Jambu sukun
Kata "sukun" berarti "tidak berbiji". Jambu varietas unggul ini memang tidak memiliki biji; kalaupun ada hanya 2-3 biji. Daging buahnya putih kekuningan dengan rasa manis agak asam. Teksturnya agak keras, renyah, dan beraroma wangi. Bentuk buahnya mirip apel, dengan ukuran panjang antara 4–5 cm. Kulit buahnya bila matang berwarna hijau keputihan. Jambu sukun dapat berproduksi terus menerus sepanjang tahun, meskipun relatif sedikit dan buahnya berukuran kecil.
·         Jambu Bangkok
Jambu bangkok merupakan sebutan untuk jambu biji dengan buah yang besar. Beberapa memang diintroduksi dari Thailand. Salah satunya adalah 'jambu sari'. Bentuk buahnya bulat sempurna dengan garis tengah sekitar 10 cm.
·         Jambu Biji Kristal Taiwan
Jambu Biji Kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, ditemukan pada tahun 1991 di District Kao Shiung -Taiwan. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1991 oleh Misi Teknik Taiwan. Jambu Kristal sebetulnya tidak benar-benar nirbiji, jumlah bijinya kurang dari 3% bagian buah.

Kandungan dan Manfaat
·         Meningkatkan kesehatan mata
Vitamin A dan Betakaroten dalam jambu biji sangatlah tinggi baik biji merah maupun biji putih.
·         Menangkal Radikal Bebas
Vitamin C, likopen, lutein, dan cryptoxanthin, merupakan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini dan penyebab kanker.
·         Menurunkan hipertensi
Jambu biji kaya akan serat yang bermanfaat bagi penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah. Penelitian membuktikan bahwa Potasium/kalium dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
·         Mengobati diare
Astringen, berperand alam menyusutkan jaringan dalam tubuh. Inilah mengapa gusi akan lebih keras setelah memakan jambu biji. Astrigen juga dapat meningkatkan tekstur kulit sehingga akan lebih kencang.
·         Meredakan konstipasi
Banyak mitos yang mengatakan bahwa jambu biji dapat menyebabkan konstipasi. Padahal, seratnya yang tinggi berfungsi sebagai laksatif yang dapat membantu melancarkan pergerakan usus, mengeluarkan kelebihan cairan, membersihkan usus dan sistem pengeluaran secara menyeluruh, serta mencegah sembelit (susah BAB).
·         Mengobati batuk dan flu
Dalampengeobatan tradisional, pucuk daun jambu biji dan jambu biji yang masih mentah/muda dipercaya turun-temurun untuk obat batuk dan flu. Ramuan ini mengurangi lendir dan pembentukkannya. Disisi lain, saluran pernafasan akan terbebas dari infeksi.
·         Menurunkan Berat Badan
Komponen seperti serat, vitamin, dan protein sangat dibutuhkan untuk penurunan berat badan. Secara umum, buah ini awet di perut sehingga membuat rasa kenyang lebih lama.
·         Menjaga Homeostatis Darah
Jambu biji mengandung vitamin E, K, folat, niasain, mangan, tembaga, magnesium, dan asam panthothenic dimana semuanya bermanfaat untuk menambah jumlah sel darah merah Anda. Jambu biji merah juga berkasiat untuk membantu penyembuhan penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).
·         Menyehatkan kelenjar tiroid
Tingginya kandungan tembaga (Cu) pada jambu biji bermanfaat untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Tembaga akan mengatur metabolisme tiroid dengan membantu mengontrol produksi dan penyerapan hormon.

Aplikasi Pengobatan
  • Konsumsi Langsung, bagian tanaman yang dapat digunakan adalah buah dan daun muda (pucuk). Baik buah ataupun pucuk, keduanya dapat dikonsumsi langsung. Namun, pucuk yang dikonsumsi langsung, rasanya kesat dan agak pahit.
  • Buahnya dapat dijus dan dapat pula dicampur dengan makanan lain.
  • Daun mudanya dapat direbus, diseduh, atau digerus. Untuk diare dapat pula dicampur dengan kunyit. Untuk rasa yang lebih enak dan penambah stamina, dapat ditambahkan gula merah atau madu.

Sumber:

Tempuyung


Tempuyung mempunyai nama Latin ''Sonchus Arvensis'' yang termasuk suku Asteraceae, merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat. Tempuyung memilki nama daerah seperti lobak air, lempung jombang, galibug, lampenas, rayana (Sunda), tempuyung (Jawa).; niu she tou (China), laitron des champs (Perancis), sow thistle (Inggris).
Tanaman ini sering kita temukan di sekitar kita karena dapat tumbuh di pinggir jalan terutama banyak tumbuh pada tembok.
Tanaman ini tergolong dalam tumbuhan tak berkayu atau terna dan menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari serta mudah berkembang biak dengan biji yang terbawa oleh angin.

Ciri Tanaman
Tinggi batang tempuyung berkisar 65-150 cm. Batang tanaman ini berlubang dan bergetah hijau. Selain itu, batang tempuyung berbulu dan lunak.
Daunnya tunggal berbentuk lonjong dan mempunyai ujung runcing serta berwarna hijau toska, permukaannya kasar, tepinya bergerigi dan bergelombang. Panjang daunnya kira-kira ±20 cm dan mempunyai lebar sekitar ±8 cm. Di dekat pangkal batang, daun yang bergigi terpusat membentuk roset dan yang terletak di bagian atas berselang-seling memeluk batang.
Bunga tempuyung berbentuk malai, kelopaknya seperti lonceng, dan mahkotanya berbentuk dari kumpulan jarum berwarna putih atau kuning. Adapun buahnya mempunyai bentuk kotak juga berusuk lima dan mempunyai rambut berwarna hitam yang kemudian berubah menjadi biji berukuran kecil dan ringan berupa serbuk.

Kandungan 
Hasil penelitian menyebutkan bahwa tempuyung mengandung Kalium, Flavonoid, Taraksasterol, Inositol, Manito, P-laktuserol, oc-laktuserol, Kumarin, Taraksasterol, Asam fenolat, dan ion mineral lain.

Aplikasi Pengobatan
-          Sebagai lalapan:
Anda bisa mengambil sekitar lima lembar atau lebih daun tempuyung segar. Setelah dicuci, daun diasapkan sebentar, kemudian dimakan sekali  habis sebagai lalap bersama nasi. Dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.
-          Sebagai jamu rebusan:
Ambilah dua lembar  daun tempuyung kering diseduh dengan air satu gelas minum seperti membuat teh. Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat. Dalam sehari kita bisa meminumnya sebanyak tiga kali, sampai batu ginjal hilang.
-          Sebagai teh:
Daun tempuyung juga bisa dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur. Sebanyak 500 mg daun tempuyung kering dapat diseduh dengan segelas air untuk dijadikan teh herbal. Ramuan teh herbal ini sebaiknya diminum tiga kali sehari untuk membantu melarutkan batu ginjal.


Sumber:




Senin, 31 Agustus 2015

Cakar Ayam


Tanaman Cakar Ayam memiliki nama latin Selaginella doederleinii Hieron dan termasuk dalam famili Selaginellaceae dari kelompok paku-pakuan (Pteridophyta).

Ciri
-          Batang tegak, tinggi 15 – 35 cm, keluar akar pada percabangan.
-          Daunnya kecil-kecil (mirip daun cemara), panjang 4 – 5 mm, lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai kepercabangannya, yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.
-          Tanaman ini biasanya tumbuh di tepi-tepi jurang, pinggir parit/sungai, atau di tempat lembab dan sejuk.

Klasifikasi biologi
Divisi              : Pteridophyta
Kelas               : Lycopodiinae
Bangsa            : Selaginellales
Suku                : Selaginellaceae
Marga              : Selaginella
Jenis                : Selaginella doederleinii Hieron.
Nama lokal      : rumput solo, cemara kipas gunung, Shi shang be (China).

Indikasi :
-          Terutama untuk gangguan saluran pernafasan seperti : Influenza, batuk, kanker paru-paru, radang paru-paru (Pneumonia), tonsilitis (pembengkakan amandel), kanker nasopharinx, dan bronchitis.
-          Beberapa sumber menyebutkan bahwa tumbuhan cakar ayam juga berkhasiat untuk : koreng, hepatitis, infeksi saluran kencing, fraktura (patah tulang, rheumatik

Aplikasi :
-          Diminum : tumbuhan cakar ayam direbus sampai mendidih, kemudian diminum.
-          Untuk pemakaian luar : lumatkan tumbuhan cakar ayam kemudian tempelkan ke tempat yang sakit, daerah tulang patah.
Catatan : selama penulis mengonsumsi, tidak ada takaran khusus untuk dosis. Hanya saja penulis menggunakan takaran 5 tangkai cakar ayam untuk satu gelas.

Testimoni
1.      Untuk mengobati penyakit paru-paru, biasanya dokter menganjurkan berobat selama 6 bulan tanpa terlewat seharipun, yang mengakibatkan harus diulang dari awal. Apabila hal ini dilakukan, waktu, biaya, serta aktivitas akan terganggu.
Penulis sendiri pernah mengalami gangguan paru-paru yang diperkirakan disebabkan oleh seringnya menghisap sisha (rokok arab). Dengan pertimbangan di atas, lebih baik menggunakan tanaman cakar ayam. Di samping mudah di dapatkan dan mudah pengolahan, juga tidak memakan biaya. Alhamdulillah, dengan minum air rebusan cakar ayam setiap hari, rasa sakit di paru-paru berkurang dan menghilang.
2.      Penulis menyarankan kepada tetangga penulis untuk mengonsumsi tumbuhan cakar ayam ketika terserang flu dan batuk, bronchitis, atau penyakit paru-paru yang lain, dan hasilnya penyakit tersebut cepat sembuh, bahkan aman untuk anak-anak di bawah satu tahun.

Jumat, 28 Agustus 2015

Antibiotik

Definisi
Secara bahasa, antibiotik berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari anti (lawan) dan bios (hidup), yang berarti zat yang berperan untuk menghambat atau melawan kehidupan.
Antibiotika adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri.

Sejarah Penemuan

Penemuan antibiotika terjadi secara 'tidak sengaja' ketika Alexander Fleming, pada tahun 1928, lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari Senin, ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang 'bersih' dari bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum syn. P. notatum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembap beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia diakui menemukan antibiotik alami pertama: penicillin G.

Penemuan efek antibakteri dari Penicillium sebelumnya sudah diketahui oleh peneliti-peneliti dari Institut Pasteur di Perancis pada akhir abad ke-19 namun hasilnya tidak diakui oleh lembaganya sendiri dan tidak dipublikasi.'

Kapang (Inggris: mold) merupakan anggota regnum Fungi ("Kerajaan" Jamur) yang biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah.

Cara kerja
Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup. Sedangkan antibiotik menghambat metabolisme bakteri.

·         Antibiotik Bakterisida
Antibiotik bakterisida mengandung senyawa aktif yang secara langsung membunuh bakteri.
Untuk membunuh bakteri, antibiotik jenis ini menargetkan dinding sel luar, membran sel bagian dalam, serta susunan kimia bakteri.
Contoh umum antibiotik bakterisida adalah penicillin (menyerang dinding sel luar), polymyxin (menargetkan membran sel), dan quinolone (mengganggu jalur enzim).
Beberapa zat bakteriosida digunakan sebagai disinfektan, sterilisasi, dan antiseptik.

·         Antibiotik dengan Sasaran Spesifik

Satu jenis antibiotik tidak akan mampu membunuh semua baktreri.
Dengan demikian, selain klasifikasi menurut modus tindakan, antibiotik juga diklasifikasikan berdasarkan kekhususan target.
Itu sebab, antibiotik juga bisa diklasifikasikan menjadi antibiotik spektrum luas dan antibiotik spektrum sempit.
Antibiotik spektrum luas efektif membunuh jenis bakteri patogen (misalnya tetracycline, tigecycline, dan chloramphenicol).
Sedangkan antibiotik spektrum sempit (misalnya oxazolidinone dan glycylcycline) direkomendasikan untuk mengobati jenis tertentu dari bakteri penyebab penyakit.


Macam

Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. Ada enam kelompok antibiotika[1] dilihat dari target atau sasaran kerjanya:

·         Inhibitor sintesis dinding sel bakteri, mencakup golongan Penisilin, Polipeptida dan Sefalosporin, misalnya ampisilin, penisilin G;
·         Inhibitor transkripsi dan replikasi, mencakup golongan Quinolone, misalnya rifampisin, aktinomisin D, asam nalidiksat;
·         Inhibitor sintesis protein, mencakup banyak jenis antibiotik, terutama dari golongan Makrolida, Aminoglikosida, dan Tetrasiklin, misalnya gentamisin, kloramfenikol, kanamisin, streptomisin, tetrasiklin, oksitetrasiklin, eritromisin, azitromisin;
·         Inhibitor fungsi membran sel, misalnya ionomisin, valinomisin;
·         Inhibitor fungsi sel lainnya, seperti golongan sulfa atau sulfonamida, misalnya oligomisin, tunikamisin; dan
·         Antimetabolit, misalnya azaserine.

Obat antibiotik merupakan jenis obat antibakterial dan memiliki beragam jenis dan fungsi. Sedikit yang dapat kami paparkan mengenai jenis-jenis antibiotik yang ditanyakan adalah:

– Amoksisilin, berasal dari kelas obat penisilin. Secara umum, antibiotik ini berspektrum luas, yakni berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri gram positif dan gram negatif. Tergantung dari jenis bakterinya, amoksisilin banyak digunakan antara lain untuk terapi infeksi saluran pernafasan bawah, infeksi telinga-hidung-tenggorokan, saluran kemih, gonorrhea, peradangan lambung akibat infeksi bakteri H.pylori, infeksi kulit dan organ pendukungnya, antraks, klamidia, dan penyakit Lyme.

– Ciprofloxacin, berasal dari kelas obat fluoroquinolon. Juga merupakan antibiotik spektrum luas. Penggunaanya biasanya ditujukan untuk mengatasi infeksi yang lebih serius. Ciprofloxacin antara lain digunakan untuk infeksi organ dalam perut (intra abdomen), infeksi tulang dan sendi, infeksi gonokokkus pada uretra dan leher rahim, infeksi saluran nafas bawah, infeksi kulit dan organ pendukungnya, infeksi saluran kemih, diare infeksius, dan pneumonia nosokomial (didapat saat perawatan di rumah sakit).

– Cefixime, berasal dari kelas obat cephalosphorin, generasi ketiga. Juga merupakan antibiotik spektrum luas. Beberapa kondisi dimana cefixime menjadi pilihan terapi antara lain bronkitis akut, pemburukan pada bronkitis kronis, penyakit menular seksual, gonorrhea tanpa komplikasi, peradangan pada tonsil dan faring, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi.

– Metronidazole, memiliki sifat antibakteri juga antiprotozoa seperti amoeba dan trikomonas. Obat ini efektif melawan infeksi bakteri anaerob obligat, seperti pada infeksi bakteri di daerah vagina, infeksi menular seksual, infeksi panggul bagian dalam (pelvis), infeksi di daerah usus besar dan rektum paska operasi, infeksi uretra non gonorrhea, maupun infeksi jaringan lunak dalam tubuh lainnya.

Meskipun sama-sama memiliki spektrum terapi yang luas, namun pemilihan jenis obat yang mana yang akan digunakan untuk suatu penyakit, masih perlu mempertimbangkan faktor lain, seperti keadaan pasien, kerentanan jenis bakteri yang menginfeksi terhadap antibiotik-antibiotik yang ada, ada tidaknya kontraindikasi pada pasien, rekomendasi ahli, dsb.



Sumber :




Kamis, 27 Agustus 2015

Semut Jepang


Istilah
Semut Jepang atau mealworm memiliki Bahasa Latin Tenebrio molitor merupakan spesies serangga khas Jepang, walaupun sebenarnya semut Jepang bukanlah kelompok semut, melainkan kumbang. Tahun 1970-an, semut jepang sudah dikenal di Indonesia dengan sebutan Bubuk Jawa dan di Malaysia hewan ini dikenal sebagai Kumbang Mekkah.

Klasifikasi
Dalam sistem klasifikasi, Semut Jepang termasuk kelompok Coleoptera (kumbang). Koleos, dan pteron, yang jika keduanya disatukan berarti "sayap berlapis" karena sebagian besar kumbang memiliki dua pasang sayap. walaupun memiliki sayap, semut jepang tidak dapat terbang.
  • Kingdom       : Animalia
  • Phylum         : Arthropoda
  • Class            : Insecta
  • Order            : Coleoptera
  • Family          : Tenebrionidae
  • Genus          : Tenebrio
  • Species        : Tenebrio molitor

Karakteristik
Seperti halnya kumbang, semut jepang memiliki ciri:
1.      Tubuh terbagi menjadi 3 bagian (kepala, dada, perut)
2.      Memiliki 3 pasang kaki
3.      Memiliki sepasang antena
4.      Memilik dua lapis sayap
5.      Habitat kosmopolitan
6.      Mengalami metamorfosis sempurna
Berdasarkan hasil penelitian penulis (dari pemeliharaan), Tenebrio molitor juga memiliki karakter:
1.      Dapat menjadi kanibal (apabila tidak ada makanan)
2.      Daya reproduksi tinggi
Dalam setiap lima hari penelitian diperoleh hasil :
·         0 – 5 hari    : larva berukuran 2 mm
·         10 hari        : larva berukuran 2 – 5 mm
·         15 hari        : larva berukuran 5 – 8 mm
·         20 hari        : larva berukuran 8 – 10 mm
·         25 hari        : larva berukuran 10 – 12 mm
·         30 hari        : larva berukuran 12 – 15 mm dan mulai menjadi kepompopng
·         35 hari        : pupa menjadi serangga dewasa

Penelitian
1.     LI Yi-ran,JIANG Yu-xin, LI Chao-pin(Department of Human Parasitology Wannan Medical College,Wuhu, Anhui
Menyatakan protein pada Tenebrio molitor adalah protein alami berkualitas tinggi, namun perkembangannya dan pemanfaatan terbatas dalam perawatan kesehatan.
2.     Yu Wei-wei1 Li Shi-min2 Liu Dong2 Yu Ruo-qian1 (1. College of Food and Biological Engineering, South China Univ. of Tech., Guan gzhou 510640, Guangdong, China; 2. Dept.of Applied Biological Engineering, Shenzhen Polytechnic, Shenzhen 5180 55, Guangdong, China)
menyatakan setelah penelitiannya pada beberapa ekor tikus yang memiliki ketidak normalan fungsi lemak sebagian di berikan ekstrak ulat hongkong dan sebagian tidak, ternyata pada hari monitor ke 14 sistem tubuh pada tikus yang diberikan ekstrak ulat hongkong tersebut dapat mengkontrol lemaknya dengan baik.
3.    Yang Zhao-Fen; Lin Yue-Xin; Zhang Dong-Chi; Chen Yin-Shan(Bioengineering College of Fujian Normal University, Fuzhou 350007, China).
menyatakan bahwa ulat hongkong mengandung enzim yang disebut HME atau Hepatic Microsomal Enzyme System yang berfungsi seperti antikoagulan atau anti pembekuan darah.
4.      XU Shi-cai XI Zeng-jun  SHEN Xue-jian AI Jia-le
menyatakan bahwa ulat hongkong kaya akan protein dan berbagai asam amino.

Manfaat
·         Menstabilkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes
·         Menormalkan asam urat
·         Menormalkan kolesterol
·         Menstabilkan tekanan darah bagi penderita Hypertensi
·         Mengobati penyakit jantung
·         Menambah vitalitas bagi pria

Cara mengonsumsi semut Jepang
Jumlah Semut Jepang yang dikonsumsi 3 – 7 ekor, karena apabila terlalu banyak akan menimbulkan panas pada tubuh.
1.      Dapat langsung dikonsumsi
2.      Dimasukkan ke dalam sedikit air, dan minum
3.      Menggunakan kapsul
4.      Dengan pisang atau roti

Testimoni
Beberapa testimoni yang disampaikan kepada penulis tentang keberhasilan dalam meringankan dan menyembuhkan penyakitnya setelah rutin dan disiplin mengkonsumsi semut jepang ini.
Diantaranya, rekan penulis mengidap Diabetes Miletus mengonsumsi semut jepang 10 ekor tiap hari (5 ekor pagi dan 5 ekor malam), setelah dua minggu kadar gulanya turun 60 (dari 320 menjadi 260), Apabila dirata-ratakan satu minggu 30 atau satu bulan 120. Maka, dapat diperhitungkan waktu untuk menurunkan kadar gula darah pengidap DM.
Tapi tentunya, hal ini tidak akan sama bagi setiap orang, tergantung pola hidup yang diterapkan .

Sumber :