Label

Tampilkan postingan dengan label health news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

Studi: Minyak Zaitun Berkhasiat Turunkan Risiko Kanker Payudara

Sebuah studi berskala kecil terhadap sekelompok perempuan di Spanyol menunjukkan bahwa diet "yang terkait dengan risiko kanker payudara yang relatif rendah."
Studi tersebut memantau 4.282 perempuan dengan usia rata-rata 60-an akhir, dibagi dalam dua kelompok. Mereka dibeli dua variasi diet Mediterania, diet yang sarat dengan buah, kacang-kacangan dan sayur-sayuran dengan porsi kecil ikan, daging rendah lemak, keju dan minuman anggur (wine). Satu kelompok diberi suplemen berupa minyak zaitun berkualitas tinggi, sementara kelompok lainnya diberi suplemen berupa kacang.
Minyak zaitun berkualitas tinggi (extra virgin) diyakini sehat karena dibuat tanpa bahan kimia ataupun proses yang dapat mengurangi khasiatnya.
"Sejumlah mekanisme biologis dapat menjelaskan khasiat anti kanker minyak zaitun berkualitas tinggi," menurut para pelaku studi.
Mulai 2003, kelompok yang diberi minyak zaitun diberi 1 liter per minggu, dan kelompok yang diberi kacang menerima 15 gram kacang kenari, 7,5 gram buah badam dan 7,4 gram kacang kemiri.
Mereka yang diberi minyak zaitun menunjukkan risiko kanker payudara yang 68 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lainnya.
"Pola diet Mediterania telah menarik perhatian karena secara historis, tingkat kanker payudara lebih rendah di negara-negara Mediterania daripada di negara-negara Eropa Utara atau Tengah, ataupun Amerika Serikat," menurut pelaku studi.
Walaupun begitu, studi dipimpin para ilmuwan di Universitas Navarra di Pamplona, Spanyol ini, memiliki sejumlah keterbatasan.
Para perempuan yang menjadi obyek studi tadinya direkrut bagi studi untuk mempelajari dampak diet Mediterania pada penyakit jantung. Para pelaku studi juga mengatakan mereka tidak dapat menetapkan apakah minyak zaitun menjadi pemicu hasil tersebut, ataukah diet Mediterania secara keseluruhan yang menjadi penyebab menurunnya risiko kanker payudara.
Para ilmuwan mengatakan hasil studi "menunjukkan khasiat [diet Mediterania] yang ditambah dengan suplemen [minyak zaitun] dalam mencegah kanker payudara." Mereka menambahkan, "Pencegahan merupakan strategi paling jitu melawan kanker."
Kanker payudara adalah kanker paling mematikan kedua di AS, dengan 232.000 orang didiagnosa tahun ini, menurut American Cancer Society. Kanker ini diperkirakan akan menelan 40.000 korban.

Sumber:
http://www.voaindonesia.com

Selasa, 08 September 2015

Menonton TV Secara Maraton Dapat Mematikan

 
Duduk terlalu lama dalam sehari untuk menonton televisi memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat emboli paru, yaitu penyumbatan mendadak di salah satu arteri paru-paru.
Menonton sejumlah film atau episode televisi sekaligus memang sudah menjadi hobi yang mengasyikkan bagi banyak orang. Tapi Anda harus hati-hati karena sebuah penelitian baru di Jepang menemukan bahwa menonton televisi terlalu lama bisa membunuh Anda.
Studi selama 18 tahun yang melibatkan lebih dari 86.000 orang ini mengungkapkan bahwa mereka yang duduk terlalu lama dalam sehari untuk menonton televisi memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat emboli paru, yaitu penyumbatan mendadak atau gumpalan darah di salah satu arteri paru-paru.
Menurut Mayo Clinic, dalam banyak kasus emboli paru disebabkan oleh penggumpalan darah yang mengalir ke paru-paru, sebagian besar dari kaki tetapi sesekali dari bagian tubuh lain juga.
Masalah kesehatan lain yang telah dikaitkan dengan duduk terlalu lama termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker.
Menurut riset terbaru ini, orang yang menonton televisi lebih dari lima jam sehari berisiko dua kali lipat mengalami emboli paru yang fatal dibandingkan mereka yang menonton dengan rentang hanya 2,5 jam.
Menurut penulis utama studi ini, Toru Shirakawa, yang juga peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Osaka di Jepang, sebaiknya kita tidak hanya duduk saja saat menonton televisi dalam rentang waktu lama. Selingi dengan berjalan di tempat atau berdiri. Selain itu, jangan lupa minum agar terhindar dari dehidrasi.
Di samping aktivitas menonton televisi, bermain game komputer terlalu lama juga disebutnya berkaitan dengan kematian akibat emboli paru.
Temuan ini dipresentasikan dalam kongres tahunan European Society of Cardiology di London.
Sumber :
http://www.voaindonesia.com

Tingkat Keselamatan Bayi Prematur di AS Meningkat

Bayi yang lahir sangat prematur memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup tanpa masalah kesehatan yang signifikan, walaupun prospeknya masih belum menjanjikan bagi bayi yang lahir sangat dini, empat bulan lebih awal. Pada tahun 1993, hanya 6 persen bayi dalam studi yang lahir setelah 22 minggu kehamilan dapat bertahan hidup. Tingkat keselamatan tersebut hanya meningkat tipis, menjadi 9 persen, pada 2012. Dari 1.550 bayi yang lahir pada minggu ke-22 dalam studi yang menghimpun 20 tahun data ini hanya 99 yang bertahan hidup hingga dapat dibawa pulang meninggalkan rumah sakit, dan hanya 5 di antara mereka hidup normal tanpa menderita komplikasi.
Riset ini menggarisbawahi pentingnya bayi bertahan di kandungan ibu. Di antara bayi prematur yang lahir setelah 27 minggu, tingkat keselamatan meningkat dari 29 persen pada tahun 1993 menjadi 47 persen tahun 2012.
Peningkatan ini didorong oleh kemajuan dalam bidang medis, termasuk lebih banyaknya kelahiran bayi dengan operasi Cesar yang lebih dapat melindungi bayi dari infeksi, metode-metode baru untuk membantu pernapasan bayi prematur tanpa menggunakan ventilator, dan memberikan perempuan steroid sebelum kelahiran untuk membantu pertumbuhan paru-paru bayi, menurut riset.

"Temuan-temuan ini sangat menjanjikan. Kami mencatat kemajuan," ujar Dr. Barbara Stoll, penulis utama studi dan kepala departemen pediatri di fakultas kedokteran Emory University di Atlanta.
Studi ini diterbitkan di Journal of the American Medical Association edisi terbaru.
Para peneliti meninjau catatan medis rumah sakit dari tahun 1993 hingga 2012 berupa hampir 35.000 kelahiran prematur di 26 pusat studi yang berpartisipasi dalam jaringan riset National Institutes of Health. Dengan demikian, hasilnya mungkin tidak mencerminkan kecenderungan di rumah sakit jenis lain.
Termasuk dalam studi, bayi yang lahir setelah 22 hingga 28 pekan kehamilan, dengan berat sekitar 14 ons (0,4 kilogram) hingga 48 ons (1,4 kilogram). Kehamilan yang normal berlangsung 39 hingga 40 minggu.
Di antara bayi-bayi prematur yang lahir tahun 1993, 70 persen selamat hingga keluar dari rumah sakit, yang dalam banyak kasus bisa mencapai berbulan-bulan setelah kelahiran. Tahun 2012, tingkatan tersebut meningkat hingga mencapai 79 persen.
Kemampuan untuk bertahan hidup tanpa komplikasi meningkat hingga 2 persen setiap tahunnya bagi bayi yang lahir antara minggu ke-25 hingga 28 kehamilan, dan tahun 2012 lebih dari setengah jumlah bayi prematur yang lahir setelah lebih dari 28 pekan di kandungan bertahan hidup sampai keluar dari rumah sakit tanpa komplikasi berarti.
Komplikasi serius yang dapat mengancam bayi prematur termasuk di antaranya infeksi, pendarahan di otak, radang di retina yang dapat menyebabkan kebutaan, radang usus kronis dan masalah dengan paru-paru.
Banyak di antara bayi yang lahir dengan paru-paru yang belum berkembang dan memerlukan perawatan oksigen ataupun mesin bantuan pernapasan kemudian menderita bronchopulmonary dysplasia.
Tajuk rencana JAMA menyebut catatan dari riset tersebut sebagai kemajuan yang penting, namun belum ada "terapi terobosan" yang akan dikembangkan dalam tahun-tahun ke depan untuk membantu bayi-bayi prematur bertahan hidup untuk kemudian dapat tumbuh dengan sehat.
"Harus ada komitmen lebih lanjut untuk menghasilkan lebih banyak kemajuan dalam dekade-dekade mendatang," ujar Dr. Roger Soll, seorang spesialis di University of Vermont, dalam tajuk rencana tersebut.

Sumber: http://www.voaindonesia.com